MASYARAKAT PERDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
A.
Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok orang yang
membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana
sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam
kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam
bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu
jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah
sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama
lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang
yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
B. Masyarakat Pedesaan
Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan pengertian
desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah, yang
berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat,
berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati
dalam system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dari defenisi tersebut, sebetulnya desa merupakan
bagian vital bagi keberadaan bangsa Indonesia. Vital karena desa merupakan
satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia. Selama
ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan
eksisnya bangsa. Dengan demikian penguatan desa menjadi hal yang tak bisa
ditawar dan tak bisa dipisahkan dari pembangunan bangsa ini secara menyeluruh.
·
Ciri-ciri Masyarakat desa (karakteristik)
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang
ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai
masyarakat tradisional (Gemeinschaft)
1.
Kehidupan keagamaan di kota berkurang dibandingkan dengan kehidupan
keagamaan di desa.
2.
Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus
bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau
individu.
3.
Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai
batas-batas yang nyata.
4.
Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak
diperoleh warga kota dari pada warga desa.
5.
Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan
daripada faktor pribadi.
6.
Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar
kebutuhan individu.
7.
Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota
biasanya terbuka dalam menerima pengaruh.
C. Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban
community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya
serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat
pedesaan. Perhatian khusus masyarakat kota tidak terbatas pada aspek-aspek
sepertipakaian, makanan dan perumahan, tetapi mempunyai perhatian lebih
luaslagi. Orang-orang kota sudah memandang penggunaan kebutuhan hidup.
Ciri-ciri Masyarakat
kota:
1.
Kehidupan agamanya berkurang karna biasanya hanya duniawi saja yang di
kejar nya tanpa mementingkan kelak akhirat nanti
2.
Biasanya banyak warga kota yang individualisme tanpa mementingkan orang lain
3.
Warga kota pada umumnya mendapatkan pekerjaan lebih banyak
4.
Perubahan-perubahan tampak nyata di kota karna sangat berpengaruh dari
budaya luar
5.
Lebih sering terkena oleh dampak globalisasi
Sumber :
http://www.gudangmateri.com/2010/04/masyarakat-desa-dan-masyarakat-kota.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Desa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar